
BENUA ANTARIKSA NEWS. COM — Upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus diperkuat melalui langkah pengawasan intensif di lapangan.
Kepala BKD Mukomuko, Haryanto mengatakan saat ini mulai menerapkan pola monitoring baru terhadap sejumlah sektor strategis yang berkontribusi besar terhadap pendapatan daerah, seperti jasa layanan publik, pemanfaatan aset, hingga kegiatan usaha masyarakat.
Langkah ini dilakukan setelah BKD menemukan adanya potensi pendapatan yang belum tergarap secara maksimal, terutama pada sektor yang sebelumnya tidak terpantau secara rutin. Melalui pengawasan langsung, BKD ingin memastikan setiap potensi pendapatan dicatat secara akurat dan tidak ada kebocoran.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya sengaja mengubah pola pengawasan agar lebih responsif terhadap kondisi lapangan.
“Kami tidak lagi hanya menunggu laporan tertulis. Pengawasan langsung membuat kami bisa melihat situasi nyata, termasuk menemukan potensi-potensi yang sebelumnya tidak terdata,” jelasnya.
Ia menambahkan, pola baru ini sekaligus menjadi langkah preventif untuk menghindari perbedaan data antara pelaku usaha, pengelola layanan, dan pemerintah daerah. Dengan turun langsung, BKD dapat mencocokkan data penggunaan, volume, serta transaksi yang menjadi dasar perhitungan kewajiban daerah.
“Setiap sektor punya karakteristik berbeda. Makanya, kami perlu memastikan bahwa perhitungan retribusi, sewa aset, atau pemanfaatan fasilitas daerah benar-benar sesuai aturan teknis,” tegas Haryanto.
Program pengawasan ini tidak hanya menyasar pelaku usaha, tetapi juga unit pelayanan pemerintah yang mengelola fasilitas publik.
BKD menilai, beberapa sektor masih memerlukan penyesuaian administrasi agar pendapatan yang masuk sesuai dengan penggunaan aktual di lapangan.
Haryanto mengatakan bahwa penguatan pengawasan bukan semata-mata penindakan, melainkan juga bentuk edukasi kepada pengelola dan masyarakat.
“Kami justru ingin memberikan pemahaman bahwa pengelolaan pendapatan daerah adalah tanggung jawab bersama. Semakin tertib administrasi dan pencatatan, semakin besar pula manfaat yang akan dirasakan masyarakat,” katanya.
Ia berharap, dengan sistem monitoring baru ini, pendapatan daerah dari berbagai sektor dapat meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.“Kami optimis, asal semua pihak mau bekerja sama dan transparan, PAD Mukomuko bisa meningkat dan digunakan untuk kepentingan pembangunan yang lebih luas,” tutupnya. (dip/adv)


















