
BENUA ANTARIKSA NEWS. COM – Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus berupaya memperbaiki kondisi lingkungan dengan mendorong kenaikan Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan serta mempertahankan kualitas ruang hidup masyarakat.Kepala DLH Mukomuko, Budiyanto, S.Hut., M.IKom, menjelaskan bahwa IKTL merupakan indikator yang mencerminkan mutu tutupan lahan di suatu wilayah. Menurutnya, nilai tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam penilaian kualitas lingkungan secara keseluruhan.“Saat ini nilai Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kabupaten Mukomuko masih berada di angka 69,44. Kategori ini memang masuk tingkat sedang, namun hasilnya belum bisa dibilang memuaskan,” ujar Budiyanto.Ia memaparkan bahwa penghitungan IKLH disusun dari tiga parameter utama: Indeks Kualitas Air (IKA), Indeks Kualitas Udara (IKU), serta Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL). Setiap indeks memiliki kontribusi masing-masing dalam menggambarkan kondisi lingkungan daerah.Untuk komponen tutupan lahan, penilaiannya dilihat dari perbandingan antara luas lahan kritis dengan luas tutupan lahan yang masih terjaga. Upaya memperbaiki nilai tersebut terus dilakukan, salah satunya melalui pembangunan ruang terbuka hijau (RTH).“Tahun lalu kami menambah ruang terbuka hijau seluas dua hektare di kawasan depan RSUD Mukomuko. Ini bagian dari langkah berkelanjutan untuk meningkatkan ketersediaan ruang hijau,” jelasnya.Budiyanto menambahkan, data IKTL menjadi rujukan penting dalam menentukan nilai akhir IKLH, baik di tingkat kabupaten, provinsi, sampai nasional. Karena itu, pemerintah daerah memikul tanggung jawab untuk memastikan kualitas tutupan lahan berada pada standar yang ditetapkan.“Pemda memiliki porsi tanggung jawab sekitar 20 persen dalam pemenuhan indeks tutupan lahan. Ini yang terus kami kerjakan agar nilai IKLH Mukomuko bisa meningkat,” tutupnya. (dip/adv)


















