BENUA ANTARIKSA NEWS.COM – Pada tahun 2014 lalu Desa Resno Kecamatan V Koto memiliki jembatan gantung sebagai akses penyebrangan bagi petani setempat yang dibangun menggunakan dana PNPM.
Sayangnya, belum genap satu tahun dinikmati. Jembatan gantung dengan panjang sekitar 100 meter lebih dan lebar sekitar 1,2 meter yang terletak di Dusun II Desa Resno ini hanyut diterjang banjir Sungai Manjuto pada tahun 2015 lalu.
“Pasca diterjang banjir tahun 2015 lalu jembatan gantung tidak bisa dilewati lagi. Karena yang tersisa hanya tiang dan pondasi jembatan saja,” akui Kades Resno, Mardalius kepada Crew Benua Antariksa News.com, Jumat (8/3/2024).
Akibat rusaknya jembatan tersebut, lanjut Mardalius sangat berdampak pada perekonomian masyarakat. Sebab jarak tempuh yang terlalu jauh akan bertambah kos pengangkutan biaya hasil pertanian dan persoalan lainnya.
“Jalan alternatifnya ada, tapi jauh karena melewati desa tetangga dengan jarak tempuh sekitar 1 jam. Kalau mau mengeluarkan hasil panen sudah dipastikan petani sawit maupun padi mengeluarkan biaya pengangkutan yang cukup mahal. Sebagian petani yang tidak sanggup mereka rela membawa hasil panen dengan cara menyebrangi sungai,” cerita Mardalius.
Untuk itu, sambung Mardalius, masyarakat Desa Resno dan sekitarnya sangat berharap pada pemerintah daerah agar dapat membangun jembatan gantung Desa Resno pada tahun anggaran 2024 ini. Mengingat sudah 10 tahun masyarakat setempat menjerit susahnya mengeluarkan hasil panen perkebunan dan persawahannya.
“Masyarakat Desa Resno yakin dan percaya sama pak Bupati Sapuan, bahwa jembatan gantung Resno ini bisa dibangun melalui dana Inpres yang sedang di perjuangkan oleh pak Bupati Sapuan saat ini,” harap Mardalius. (api)































