BENUA ANTARIKSA NEWS.COM – Pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah (UAS) di Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kecamatan V Koto tepatnya di wilayah KKG Gugus II Lubuk Pinang. Ada dua sekolah yang mengadakan UAS Tahun Pelajaran 2022/2023 dengan berbasis Smartphone atau online. Diantaranya SD Negeri 03 V Koto dan SD Negeri 05 V Koto.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Panitia UAS-BS SD Negeri 03 V Koto yang juga merupakan ketua KKG Gugus II wilayah Lubuk Pinang, Afendi, S.Pd, M.Pd. Menurut Afendi, yang merupakan satu – satunya guru penggerak dari Kecamatan V Koto Kabupaten Mukomuko. Ujian berbasis online ini lebih efektif dan efisien dibanding dengan ujian sistim manual.
Karena nilai ujiannya dapat diketahui secara langsung, hal ini memudahkan guru dalam hal mengoreksi jawaban peserta. Kemudian analisis soal langsung dapat diketahui, sehingga memudahkan guru dalam hal analis dan penggayaan serta remedial lainya.
‘’Selain itu juga meminimalisirkan biaya pelaksanaan kegiatan ujian. Sebab ujian berbasis online atau Smartphone ini menggunakan aplikasi Quizziz, yang salah satunya ada aplikasi for education,’’ terang Afendi.
Dengan sudah adanya Sekolah Dasar di Kecamatan V Koto yang melaksanakan ujian berbasis online, diharapkannya juga sekolah lainnya bisa menerapkan UAS berbasis online. Karena hal ini sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka yang di canangkan oleh Kementerian Pendidikan dan kebudayaan RI. Tentang perlunya kemandirian, kolaborasi serta inovatif seorang guru dalam hal mencapai tujuan pembelajaran.
‘’Semoga kedepannya sekolah lainnya, terutama sekolah tingkat dasar bisa menerapkan UAS berbasis online. Karena lebih efektif dan efesien dalam pelaksanaan ujiannya,’’ ujar Afendi.
Hal senada juga disampaikan Kepala SD Negeri 03 V Koto, Silviani, S.Pd.SD, selama ini para murid banyak yang menggunakan smartphone sebagai alat komunikasi. Mereka sangat mahir mengoperasikan smartphone ataupun Android. Jadi, agar smartphone bermanfaat dengan baik maka smartphone difungsikan untuk ujian.
‘’Ini juga sebagai latihan bagi anak untuk menghadapi ujian di sekolah tingkat menengah pertama maupun atas nantinya. Bahkan ketika mereka masuk perguruan tinggi nantinya mengikuti seleksi berbasis CBT,’’ pungkas Silviani. (Red)































