HARI JUANG TNI AD
previous arrow
next arrow
Daerah  

Luar Biasa, Pedagang Pasar Sumbang PAD Mukomuko Rp 355 Juta

Plt Disperindagkop dan UKM Mukomuko, Nurdiana, SE, M.AP

BENUA ANTARIKSA NEWS.COM – Uang setoran pedagang yang tersebar di 17 pasar tradisional maupun semi modern di Kabupaten Mukomuko ke pemerintah ternyata cukup besar. Tak tanggung – tanggung, uang setoran pedagang pasar dalam satu tahun mencapai Rp 355 juta. Ini dibuktikan dengan realisasi target PAD dari sektor pasar di tahun 2022 realisasinya 100 persen.

Hal ini dibenarkan Plt Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkopukm) Kabupaten Mukomuko, Nurdiana, SE, M.AP, bahwa realisasi dari retribusi pasar mencapai seratus persen setiap tahunnya dari target yang telah ditetapkan.

Dengan ini pihaknya tetap optimis bahwa target PAD dari sektor pasar dan tera ulang di tahun 2023 ini bisa tercapai seratus persen. Karena target PAD dari sektor pasar dan tera ulang masih sama dengan tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 355 juta.

‘’Kita tetap optimis target PAD dari sektor pasar dan tera ulang bisa mencapai target bahkan lebih. Sebab di tahun 2022 saja kita mencapai target, itu masih nuansa Covid-19. Apalagi sekarang perekonomian sudah mulai stabil, dipastikan bisa mendorong pencapaian target PAD dari berbagai sektor,’’ ungkap Nurdiana.

Disampaikannya juga, untuk mencapai target PAD dari sektor pasar, ada 17 pasar yang menjadi objek penyumbang PAD atau yang di pungut retribusinya. Karena belasan pasar ini telah tersentuh pembangunan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko, sedangkan 20 pasarlainnya belum tersentuh pembangunan.

Adapun 17 Pasar yang telah di tarik retribusinya yaitu, Pasar Desa Talang Sakti, Kecamatan V Koto, pasar Desa Lubuk Pinang, Kecamatan Lubuk Pinang, pasar Desa Tirta Makmur, pasar Desa Agung Jaya Kecamatan Air Manjunto.

Kemudian pasar Desa Lubuk Sanai III, Kecamatan XIV Koto, pasar Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko, pasar Desa Teras Terunjam, pasar Desa Tunggal Jaya Kecamatan Teras Terunjam, pasaar Desa Lubuk Mukti, pasar Desa Mekar Mulya Kecamatan Penarik, pasar Desa Batu Enjung, Kecamatan Teramang Jaya. Pasar Desa Karya Mulya, pasar Desa Air Hitam Kecamatan Pondok Suguh, pasar Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Rumbai, pasar Desa Pulai Payung, Kecamatan Ipuh, pasar Desa Talang Arah, Kecamatan Malin Deman dan pasar Desa Arga Jaya, Kecamatan Air Rami.

‘’Ada sebanyak 37 pasar di daerah ini, dari jumlah itu hanya 17 pasar yang kita pungut retribusinya. Sedangkan selebihnya belum di pungut karena belum tersentuh atau belum ada pembangunan dari pemerintah daerah. Untuk pasar-pasar yang belum tersentuh pembangunan kedepan akan menjadi agenda Disperindagkop dan UKM Mukomuko dalam membangunnya, agar menambah PAD Mukomuko,’’ pungkas Nurdiana. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *