BENUA ANTARIKSA NEWS.COM – Kabupaten Mukomuko merupakan daerah yang mempunyai wilayah pesisir dengan panjang garis pantai kurang lebih sekitar 98,218 Km. Dimana daerah ini termasuk daerah zona merah bencana alam. Untuk mengantisipasi akannya terjadi bencana alam. Pemerintah Daerah Mukomuko melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mukomuko gencar membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana).

Seperti yang disampaikan Bupati Mukomuko, H. Sapuan, SE., MM., Ak., CA., CPA., CPI, setiap tahunnya Pemkab Mukomuko melalui BPBD terus berupaya membentuk desa tangguh bencana. Terutama desa yang berada di sepanjang pesisir pantai dan desa lainnya yang kerap terjadi bencana alam banjir maupun longsor.
‘’Setiap tahun kita terus bentuk desa tangguh bencana, mengingat wilayah kita ini rawan terjadinya bencana karena dekat dengan pantai. Melalui desa tangguh bencana ini nanti masyarakat lebih tahu lagi bagaimana seandainya terjadi bencana,’’ terang Bupati.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan, untuk desa yang sudah menjadi desa tangguh bencana diharapkan terus memberikan edukasi dan pertolongan pada masyarakat yang terkena bencana alam. Terutama masyarakat yang sudah tergabung dalam desa tangguh bencana di desanya.
‘’Desa tangguh bencana itu sudah ada tim atau warga yang sudah mengikuti pelatihan. Jadi mereka inilah yang pertama terjun seandainya ada terjadi bencana di desanya,’’ sampainya.

Sementara Kepala BPBD Mukomuko, Ruri Irwandi ST mengatakan, dalam waktu dekat ada dua desa akan dibentuk menjadi desa tangguh bencana. Diantaranya Desa Rawa Mulya, Kecamatan XIV Koto dan Desa Pondok Batu Kecamatan Kota Mukomuko yang merupakan desa kerap terjadi banjir.
‘’Dua desa yang menjadi desa tangguh bencana ini nanti akan dibentuk kelompok kerja (Pokja). Dimana pokja ini nanti diikutkan pelatihan untuk diberikan bimbingan dan edukasi,’’ ujar Ruri.
Disampaikannya juga, dengan akan dibentuknya dua desa tangguh bencana nanti, maka Kabupaten Mukomuko akan memiliki 11 desa tangguh bencana. Diharapkan dengan bertambahnya desa tangguh bencana bisa meminimalisir terjadinya ancaman bencana alam di daerah ini. (Red/Adv)































