
BENUA ANTARIKSA NEWS. COM – Di balik tertibnya pengelolaan keuangan daerah, ada kisah pengabdian dan ketulusan para aparatur di Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Mukomuko yang terus bekerja tanpa banyak sorotan.
Mereka adalah bagian dari roda pemerintahan yang memastikan setiap rupiah dari masyarakat kembali dalam bentuk pembangunan dan pelayanan.
Kepala BKD Kabupaten Mukomuko, Eva Tri Rosanti, menyebutkan bahwa pengabdian di bidang keuangan bukan sekedar urusan angka, melainkan tanggung jawab moral terhadap kepercayaan publik.
“Tugas kami mungkin tidak selalu terlihat di depan, tapi setiap keputusan yang kami ambil punya dampak besar bagi masyarakat. Itulah bentuk pengabdian yang kami jaga,” ujar Eva Tri Rosanti.
Di tengah rutinitas administrasi yang padat, ASN BKD Mukomuko tetap menanamkan semangat ikhlas dan tanggung jawab dalam setiap pekerjaan.
Eva menegaskan bahwa keikhlasan adalah nilai yang membuat pegawai tetap kuat, meski menghadapi berbagai tantangan.
“Bekerja dengan hati membuat semua terasa ringan. Kami ingin membangun bukan karena perintah, tapi karena rasa tanggung jawab kepada daerah ini,” tambahnya.
Selain itu, BKD Mukomuko juga berupaya menciptakan suasana kerja yang menumbuhkan rasa syukur dan kebersamaan.
Menurut Eva, semangat seperti inilah yang menjaga lembaga tetap solid dan harmonis di tengah tekanan pekerjaan.
“Kami tidak hanya mengejar hasil, tapi juga makna di balik pekerjaan. Karena dari keikhlasan, lahir kepercayaan dan keberkahan,” tutup Eva dengan senyum hangat.
Melalui ketulusan dan dedikasi tanpa pamrih, BKD Mukomuko terus menjadi contoh birokrasi yang tidak hanya bekerja keras, tetapi juga bekerja dengan hati — sebuah pengabdian yang diam-diam menggerakkan kemajuan daerah. (dip/adv)


















