BENUA ANTARIKSA NEWS.COM – Agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal pada masyarakat yang tersebar di 148 desa dan 3 keluarahan di 15 Kecamatan di Kabupaten Mukomuko. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko canangkan program satu bidan dan satu perawat di setiap desa di tahun 2024 mendatang. Agar tercapainya program tersebut tentunya dibutuhkan kerjasama atau kaloborasi antara Dinkes dengan pemerintah desa. Supaya program satu bidan dan satu tenaga medis ini bisa sejalan dengan program lainya, yakni satu kecamatan satu Posyandu.
‘’Program ini sangat bagus guna meningkatkan pelayanan kesehatan di tingkat desa. Jadi diharapkan pemerintah desa mendukung penuh program ini supaya di tahun 2024 mendatang bisa berjalan,’’ ujar Kepala Dinkes Mukomuko, Bustam Bustomo, SKM.
Lanjut Bustam, maka dari itu sangat dibutuhkan kaloborasi bersama pemerintah desa agar mereka bisa menyiapkan tempat bagi bidan dan perawat desa yang bisa diakses oleh warga selama 24 jam. Tidak hanya itu, pemerintah desa terlebih dahulu harus memasukan peningkatan fasilitas kesehatan ke dalam Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) yang bersumber dari Dana Desa (DD). Hal ini guna untuk melengkapi kebutuhan tenaga medis dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi warga desa.
‘’Jika program ini hanya dilaksanakan oleh Dinkes saja tentu anggaran tidak akan tercukupi, maka harus adanya kaloborasi dengan pihak desa. Sebelum program ini kita jalankan, kita akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayan Masyarakat Desa (DPMD) Mukomuko. Agar dapat mempersiapkan kepastian hukum berbentuk regulasi terkait pengguaan DD dan kerjasama tersebut, supaya tidak menyalahi aturan,’’ kata Bustam.
“Dengan anggaran yang ada seperti saat ini kami tidak yakin mampu menjalankan rencana ini tanpa adanya kolaborasi dari berbagai pihak. Sebab mendapatkan pelayanan kesehatan merupakan hak dari masyarakat,”tandanya
Masih disampaikan Bustam, program satu bidan dan satu perawat ini sangat bagus untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di masyarakat. Mengingat bentangan wilayah di Kabupaten Mukomuko ini cukup luas sehingga memerlukan waktu untuk mencapai fasilitas kesehatan jika ada warga yang sakit. Apa lagi Puskesmas hanya ada satu di setiap Kecamatan.
‘’Jadi akan lebih baik di setiap desa memiliki tenaga medis sendiri supaya warga desa mudah mendapatkan pelayanan kesehatan dengan cepat,’’ pungkas Bustam. (Red)































