
BENUA ANTARIKSA NEWS. COM – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Mukomuko, Damsir, angkat suara terkait merebaknya wabah penyakit ngorok yang menyerang ternak warga di sejumlah wilayah.
Ia menilai, kondisi ini perlu mendapat perhatian serius dari dinas terkait agar tidak berdampak lebih luas terhadap sektor peternakan maupun perekonomian masyarakat.
“Wabah ini berpotensi menimbulkan kerugian besar jika tidak segera ditangani. Kami mendorong pemerintah daerah melalui dinas teknis untuk segera melakukan langkah cepat dan tepat,” ujar Damsir.

Menurutnya, penyebaran penyakit pada hewan ternak seperti ini bukan hanya berdampak pada aspek kesehatan hewan, tetapi juga dapat memicu penurunan produksi dan menurunkan pendapatan peternak secara signifikan.
Karena itu, ia meminta agar Dinas Pertanian segera turun ke lapangan untuk memetakan wilayah yang terdampak, serta menyediakan bantuan berupa obat-obatan, dan edukasi pencegahan kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Damsir menilai perlu adanya koordinasi lintas sektor dalam menghadapi wabah tersebut. Ia juga berharap agar ada dukungan anggaran darurat jika diperlukan, agar penanganan bisa berjalan lebih maksimal dan tidak terhambat oleh keterbatasan sumber daya.
“Kita tidak ingin wabah ini menyebar lebih luas dan memukul perekonomian warga. Tindakan pencegahan dan penanganan harus berjalan seiring,” tambahnya.
Selain penanganan jangka pendek, Damsir juga mendorong agar pemerintah daerah menyiapkan langkah pencegahan jangka panjang, seperti peningkatan sistem pemantauan kesehatan hewan, pelatihan rutin untuk peternak, serta penyuluhan tentang manajemen kandang dan sanitasi.(dip/adv)


















