BENUA ANTARIKSA NEWS.COM – Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes), sebanyak 11 orang masyarakat di Kabupaten Mukomuko yang terdeteksi kasus HIV/AIDS. Jumlah tersebut tersebar di beberapa wilayah yang ada di daerah ini.
Hal ini dipaparkan langsung oleh Kepala Dinkes Mukomuko, Bustam Bustomo, SKM melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Jajat Suddrajat, S,KM, Senin (6/3/2023). Kepada Media Benua Antariksa News.Com, Jajat menjelaskan, sebanyak 11 orang yang terdeteksi HIV ini terus dalam pengawasan oleh pihaknya. Dimana yang terdeteksi HIV ini rutin diberikan obat ARV.
Obat ARV merupakan bagian dari pengobatan HIV dan AIDS untuk mengurangi risiko penularan HIV. Menghambat perburukan infeksi oportunistik, meningkatkan kualitas hidup penderita HIV. Dan menurunkan jumlah virus (viral load) dalam darah sampai tidak terdeteksi.
“Sebanyak 11 orang penderita HIV ini terus kita pantau, agar tidak terjadi penularan. Baik itu terhadap anggota keluarganya mupun pada warga lainnya,” jelas Jajat.
Disampaikannya juga, belasan penderita HIV di daerah ini rata-rata usia produktif. Dimana penyakit mematikan ini terdeteksi di Kabupaten Mukomuko sejak tahun 2015 hingga 2023 ini.
“Beberapa tahun ini tidak ada penambahan, karena belasan yang terdeksi HIV rutin melakukan pengobatan,” tegasnya.
Untuk menekankan penyebaran penyakit HIV / AIDS di daerah ini, kata Jajat, pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Baik itu tes skirining HIV pada ibu hamil maupun sosialisasi atau penyuluhan pada masyarakat.
“Untuk itu saya menghimbau pada masyarakat setialah pada pasangan dan hindari seks bebas. Perlu diketahui juga, penularan HIV tidak hanya melalui seks bebas tetapi juga melalui jarum suntik yang digunakan penderita HIV,” himbau Jajat. (Red)































